Alur Pembeli
Apa yang dialami pembeli dari landing sampai thank you, dan tiga hal yang perlu kamu tahu sebelum menyusun penawaran.
Alur Pembeli
Pembeli membuka halaman landing, menekan tombol Beli, membayar di checkout, lalu dari halaman pesanan melanjutkan ke penawaran berikutnya. Begini detailnya, karena beberapa bagian sengaja dibuat berbeda dari yang mungkin kamu bayangkan.
Setiap penawaran dibayar terpisah
Penawaran yang diterima membuat pesanan baru dengan pembayarannya sendiri, bukan menambah baris ke pesanan yang sudah dibayar. Gateway pembayaran di Indonesia tidak menyimpan kartu atau rekening pembeli, jadi "satu klik langsung tertagih" tidak mungkin dilakukan. Pembeli yang menerima upsell akan membayar lagi lewat VA, QRIS, atau transfer. Susun penawaranmu dengan ekspektasi itu: penawaran yang nilainya jelas lebih mudah dibayar dua kali.
Di halaman pesanan, pesanan hasil penawaran ditandai sebagai lanjutan dari pesanan induknya, jadi laporan tetap bisa merangkainya.
Tombol Lanjutkan muncul setelah lunas
Setelah membayar, pembeli melihat halaman pesanan seperti biasa. Begitu pembayaran terkonfirmasi, muncul tombol Lanjutkan menuju langkah berikutnya. Pembeli sengaja tidak dipindahkan otomatis: ia sedang membaca bukti pembayarannya, dan melemparnya ke halaman lain membuatnya mengira transaksinya gagal. Pembeli yang memilih berhenti tetap punya pesanan yang sah.
Untuk transfer manual, tombol ini baru muncul setelah kamu mengonfirmasi pembayarannya di dashboard.
Halaman penawaran hanya terbuka lewat alur
Halaman upsell, downsell, cross-sell, dan thank you tidak bisa dibuka langsung dari alamatnya. Pengunjung yang datang tanpa alur yang sah, misalnya dari mesin pencari, dialihkan ke beranda. Alur pembeli berlaku 3 hari, cukup untuk yang membayar VA lewat m-banking lalu kembali.
Data pembeli terisi otomatis
Di checkout penawaran, nama, email, dan nomor telepon pembeli sudah terisi dari pesanan pertamanya. Alamat pengiriman tetap diminta untuk produk fisik.
Menolak juga tercatat
Pembeli yang menekan Tidak diarahkan ke cabang Tidak, dan penolakannya tercatat di jejak alur. Inilah yang membuat laporan bisa menampilkan angka terima dan tolak per penawaran, dan kondisi percabangan bisa memakai "sudah menolak penawaran X".