Sistem Pre-Order di Website Sendiri, DP atau Bayar Lunas di Depan
Dua model pre-order dan konsekuensinya masing-masing, plus hal-hal kirim, dan konflik dengan COD.

Pre-order menyelesaikan masalah paling mahal di jualan barang: modal yang mengendap di stok yang belum tentu laku.
Ia juga memindahkan risiko ke pembeli, dan itu sebabnya PO yang dijalankan asal-asalan merusak kepercayaan lebih cepat daripada barang yang telat sehari.
Hampir semua tulisan tentang PO berhenti di definisi. Yang di bawah ini soal menjalankannya.
Dua Model PO yang Sering Dianggap Sama
Bedanya bukan istilah. Bedanya kapan PO menyala dan dari mana tanggal estimasinya dihitung.
Model backorder: menyala hanya saat stok habis
Barangnya sudah ada dan biasanya tersedia. Ketika stok habis, pembeli tetap bisa memesan alih-alih melihat tombol mati.
Estimasi dihitung dari tanggal pembayaran, karena tiap pembeli masuk di waktu berbeda. Yang bayar hari ini dapat estimasi dari hari ini.
Cocok untuk produk yang restock-nya rutin dan bisa kamu perkirakan.
Model rilis terjadwal: semua pembelian jadi PO
Ada tanggal buka, tanggal tutup, dan kuota. Selama jendela itu, semua pembelian adalah PO, stok diabaikan sepenuhnya karena memang belum ada barangnya.
Estimasi dihitung dari tanggal tutup PO, bukan dari tanggal bayar. Semua pembeli mendapat perkiraan yang sama, karena produksinya memang dimulai serentak.
Cocok untuk produksi batch, merchandise, dan barang musiman.
Kesalahan yang sering terjadi: memakai model kedua tapi menghitung estimasi dari tanggal bayar. Akibatnya pembeli yang memesan di hari pertama merasa paling lama menunggu, padahal barangnya keluar bersamaan.
DP atau Lunas di Depan
Ini keputusan bisnis, bukan keputusan teknis, jadi saya sebut konsekuensinya apa adanya.
| Lunas di depan | DP sebagian | |
|---|---|---|
| Modal produksi | Tertutup penuh | Tertutup sebagian |
| Jumlah pemesan | Lebih sedikit | Lebih banyak |
| Risiko batal di akhir | Rendah | Tinggi, sisa pembayaran bisa mangkrak |
| Kerumitan operasional | Rendah | Tinggi, butuh penagihan tahap dua |
Yang jarang dihitung orang adalah kolom terakhir. DP terdengar ramah sampai kamu harus menagih pelunasan ke 80 orang satu per satu, dan sebagian dari mereka sudah berubah pikiran.
Rekomendasi saya: mulai dari lunas di depan, dengan harga PO yang lebih murah dari harga normal nanti. Diskonnya itu yang membayar kesediaan mereka menunggu. Baru pakai DP kalau nilai per unitnya besar sekali sehingga lunas di depan benar-benar menghalangi orang memesan.
Kalau sistemmu belum mendukung pembayaran bertahap, jangan mengakalinya dengan dua produk terpisah bernama "DP" dan "Pelunasan". Rekapmu akan kacau dan stok tidak akan pernah benar.
Dua Hitungan yang Sering Tertukar
Bagian ini teknis tapi penting, karena tertukarnya dua angka ini bikin kuota PO salah dan stok tidak pernah cocok.
Ada dua hal berbeda yang sama-sama terdengar seperti "jumlah PO".
Yang pertama adalah kuota terpakai. Ini naik begitu order dibuat, bahkan sebelum dibayar, karena tujuannya menahan slot. Kalau order batal sebelum bayar, angkanya turun lagi. Fungsinya menjawab "masih ada tempat atau tidak".
Yang kedua adalah utang kirim. Ini naik saat stok benar-benar dipotong, dan turun saat order selesai dikirim. Fungsinya menjawab "berapa banyak barang yang masih harus saya keluarkan".
Dua angka ini hampir selalu berbeda, dan memang seharusnya berbeda. Kalau sistemmu cuma punya satu penghitung, salah satu pertanyaan itu tidak akan pernah terjawab benar.
Kuota juga harus ditegakkan di level yang bisa dikunci sekali jalan. Kalau pengecekan sisa kuota dan pengurangannya terjadi di dua langkah terpisah, dua pembeli yang menekan tombol bersamaan bisa sama-sama lolos di slot terakhir.
PO Bertabrakan dengan Fitur Lain, dan Itu Wajar
Waktu memasang PO di sistem kami, tiga konflik muncul dan ketiganya kami putuskan untuk ditolak, bukan dipaksakan. Saya sebut supaya kamu tidak menghabiskan waktu mencari cara menyatukannya.
COD tidak bisa untuk PO. Uangnya baru datang saat barang tiba, sementara kamu sudah keluar modal produksi berbulan sebelumnya. Itu kebalikan dari alasan PO ada. Keranjang berisi produk PO sebaiknya menolak COD, bukan sekadar tidak menyarankannya.
Bundling dan order bump juga kami tolak untuk produk PO. Bayangkan satu paket berisi barang siap kirim dan barang PO. Barangnya harus dikirim kapan? Dua kali kirim berarti ongkir dua kali, dan satu kali kirim berarti pembeli menunggu barang yang sebenarnya sudah ada.
Pemesanan kurir ditunda. Order PO tidak boleh langsung dibuatkan resi begitu dibayar, karena barangnya belum ada. Kalau sistemmu otomatis memesan kurir saat pembayaran masuk, PO akan menghasilkan tumpukan resi kedaluwarsa.
Yang Wajib Tertulis di Halaman Produk
Ini bagian yang menyelamatkan kamu saat ada yang komplain, dan menurut aturan perdagangan elektronik memang ada kewajiban keterbukaan informasi dan tersedianya saluran pengaduan yang bisa dihubungi. Permendag Nomor 31 Tahun 2023 mengatur kewajiban pelaku usaha PMSE termasuk layanan pengaduan konsumen yang ditampilkan jelas. Dicek 3 September 2026.
Minimal yang harus ada:
- Tanggal pasti, bukan "secepatnya" atau "estimasi 2 sampai 3 minggu" tanpa titik awal yang jelas.
- Apa yang terjadi kalau produksi molor, termasuk apakah pembeli boleh membatalkan.
- Kebijakan refund, dan berapa lama prosesnya.
- Kontak yang benar-benar dijawab, bukan alamat email yang tidak pernah dibuka.
Tulis dengan bahasa biasa, bukan bahasa syarat dan ketentuan. Yang membacanya pembeli, bukan pengacara.
Perlu diketahui juga bahwa kewajiban memberi informasi yang benar dan jujur soal barang, serta tanggung jawab atas barang yang diperjanjikan, diatur di Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. PO bukan pengecualian dari itu. Estimasi yang sengaja dibuat kabur supaya aman justru melemahkan posisimu, bukan menguatkan.
Saat Produksi Molor
Molor itu akan terjadi. Yang menentukan bukan apakah, tapi bagaimana kamu mengabarkannya.
Kabari sebelum tanggalnya lewat, bukan sesudah. Pembeli yang diberi tahu tiga hari sebelum jatuh tempo akan memaklumi. Pembeli yang bertanya duluan karena tanggalnya sudah lewat sudah kadung merasa dibohongi.
Sebutkan sebabnya secara spesifik dan tanggal barunya. Sekali saja, jangan mundur dua kali.
Tawarkan pilihan batal dengan refund penuh. Sebagian akan mengambilnya, dan itu jauh lebih murah daripada ulasan buruk yang menetap bertahun-tahun.
Checklist Sebelum Membuka PO
- Model PO-nya sudah ditentukan, dan estimasi dihitung dari titik yang benar.
- Kuota terisi dan diuji dengan dua pemesanan bersamaan.
- COD dimatikan untuk produk PO.
- Produk PO tidak masuk paket bundling apa pun.
- Pemesanan kurir otomatis dimatikan atau ditunda untuk order PO.
- Tanggal, kebijakan molor, dan refund tertulis di halaman produk.
- Sudah ada sampel atau prototipe di tanganmu, bukan cuma foto dari supplier.
- Uang PO dipisahkan dari kas operasional, karena itu bukan pendapatan sampai barang terkirim.
Nomor delapan yang paling sering diabaikan dan paling sering mematikan. Uang PO yang terpakai untuk hal lain adalah cara paling umum sebuah PO gagal.
Mulai dari Mana
Buka PO untuk satu produk, kuota kecil, dua puluh sampai lima puluh unit. Cukup untuk menguji seluruh alurnya tanpa mempertaruhkan reputasi.
Setelah batch pertama selesai dikirim, catat berapa hari sebenarnya dari tutup PO sampai barang sampai. Angka itu yang jadi estimasi batch berikutnya, bukan tebakanmu di awal.
Untuk produk PO yang butuh pembayaran non-tunai karena COD dimatikan, opsinya dibahas di tutorial setup Midtrans. Dan kalau kamu memang berjualan tanpa stok sejak awal, modelnya bertetangga dengan yang dibahas di cara jualan online tanpa modal.

